Rabu, 22 Juni 2011

"PSMS - MEDAN"

SELAMAT PAGI TAPANULI#
(Menyimak Berita)
_____________________________________

Berikut kutipan berita :
Kolom Rabu, 22 Des 2010 07:45 WIB
kolom
MENGAPA logo PSMS Medan adalah daun dan bunga
tembakau deli? Saya kira, inilah isyarat sejarah betapa
pertumbuhan perekonomian ikut memengaruhi perkem
bangan dan kemajuan sepakbola.
Bahkan sangat luar biasa. Terbukti PSMS pernah
mengukir nama-nama seperti Ramlan Yatim, Ramli
Yatim, Buyung Bahrum, Cornelius Siahaan, Yusuf
Siregar dan lain-lain. Kala itu, PSMS kerap meme
nangkan turnamen, baik pada PON (Pekan
Olahraga Nasional), Kejuaraan Nasional PSSI
hingga tampil di Olimpiade Melbourne.

Kenangan ini dibangkitkan setelah timnas PSSI bebe
rapa pekan terakhir ini merengkuh euforia yang
dahsyat. Bukan hendak mabuk dengan masa silam,
tetapi PSMS pernah mengecap zaman gemilang
sejak 1953 lampau.

Pada saat itu, PSMS sering diundang dan mengun
dang tim-tim dari luar negeri seperti Gak Graz
dari Austria, Kowloon Motorbus dari Hongkong,
Grasshoppers, Star Soccerites Singapura dan lain-lain.

Sejarah mencatat, PSMS menjuarai PON III
(1953), PON IV (1957), PON VII (1969),
PON VIII (1973), PON XI (1985) dan PON
XII (1989). Belum lagi turnamen Marahalim
Cup yang sangat gemilang itu.

PSMS Medan juga dikenal dengan tipe permai
nan khas rap-rap yang berkarakter keras, cepat
dan ngotot. Namun tetap bermain bersih. Serta
menjunjung sportivitas.

Hubungan perkebunan dan PSMS sangat menye
jarah. Semenjak abad ke-19 ketika investor
Jacobus Nienhuijs mendarat di Kesultanan Deli,
sejarah perkebunan pun terhampar sehingga
daerah ini dikenal sebagai tanah dolar di bawah
bendera Deli Matschapaij.

Belakangan, komoditas yang ditanam merambah
ke karet, kopi, lada, pala, kelapa sawit dan teh.
Arealnya pun meluas hingga ke wilayah Langkat,
Binjai, Deliserdang, Tebing Tinggi, Siantar dan
Simalungun.

Perniagaan ke luar negeri pesat sehingga Kota
Medan ditetapkan sebagai Kota Praja (gemeente)
pada 1909. Peranan investor Tjong A Fie itu pun
tak bisa dinafikan. Berbagai sarana dan fasilitas
perkotaan dibangun dan tumbuh luar biasa, terma
suk lapangan bola Kebun Bunga Medan.

PSMS baru berdiri pada 21 April 1950. Tetapi ia
sudah ada pada masa pendudukan Belanda, walau
dengan nama Voetbal Bond Medan en Omstreken
(VBMO) dan Oost Sumatera Voettbal Bond
(OSVB) pada awal 1930-an, pada saat masa
jaya perkebunan di daerah ini.

Medan malah mampu membangun Stadion
Teladan menjelang PON III pada 1953 lalu,
dan PSMS berhasil tampil sebagai juara.

Jika PSMS pernah berjaya karena surplus hasil
perkebunan semakin meneguhkan bahwa pertum
buhan ekonomi dan sepakbola adalah hubungan
kausal yang logis. Tinggal menjabarkannya saja
secara kontekstual. Ayo, Bung, ayo!
*** (Bersihar Lubis)
Sumber : Medan Bisnis

Selamat Pagi...!
__________________________________________________
Sejak diposting sampai 24 Agustus 2012 dilihat 12 kali