SELAMAT PAGI TAPANULI#
(Menyimak Berita) _____________________________________
Berikut kutipan berita :
Kolom Rabu, 22 Des 2010 07:45 WIB
kolom
MENGAPA logo PSMS Medan adalah daun dan bunga
tembakau deli? Saya kira, inilah isyarat sejarah betapa pertumbuhan perekonomian ikut memengaruhi perkem bangan dan kemajuan sepakbola.
Bahkan sangat luar biasa. Terbukti PSMS pernah
mengukir nama-nama seperti Ramlan Yatim, Ramli Yatim, Buyung Bahrum, Cornelius Siahaan, Yusuf Siregar dan lain-lain. Kala itu, PSMS kerap meme nangkan turnamen, baik pada PON (Pekan Olahraga Nasional), Kejuaraan Nasional PSSI hingga tampil di Olimpiade Melbourne. Kenangan ini dibangkitkan setelah timnas PSSI bebe rapa pekan terakhir ini merengkuh euforia yang dahsyat. Bukan hendak mabuk dengan masa silam, tetapi PSMS pernah mengecap zaman gemilang sejak 1953 lampau. Pada saat itu, PSMS sering diundang dan mengun dang tim-tim dari luar negeri seperti Gak Graz dari Austria, Kowloon Motorbus dari Hongkong, Grasshoppers, Star Soccerites Singapura dan lain-lain. Sejarah mencatat, PSMS menjuarai PON III (1953), PON IV (1957), PON VII (1969), PON VIII (1973), PON XI (1985) dan PON XII (1989). Belum lagi turnamen Marahalim Cup yang sangat gemilang itu. PSMS Medan juga dikenal dengan tipe permai nan khas rap-rap yang berkarakter keras, cepat dan ngotot. Namun tetap bermain bersih. Serta menjunjung sportivitas. Hubungan perkebunan dan PSMS sangat menye jarah. Semenjak abad ke-19 ketika investor Jacobus Nienhuijs mendarat di Kesultanan Deli, sejarah perkebunan pun terhampar sehingga daerah ini dikenal sebagai tanah dolar di bawah bendera Deli Matschapaij. Belakangan, komoditas yang ditanam merambah ke karet, kopi, lada, pala, kelapa sawit dan teh. Arealnya pun meluas hingga ke wilayah Langkat, Binjai, Deliserdang, Tebing Tinggi, Siantar dan Simalungun. Perniagaan ke luar negeri pesat sehingga Kota Medan ditetapkan sebagai Kota Praja (gemeente) pada 1909. Peranan investor Tjong A Fie itu pun tak bisa dinafikan. Berbagai sarana dan fasilitas perkotaan dibangun dan tumbuh luar biasa, terma suk lapangan bola Kebun Bunga Medan. PSMS baru berdiri pada 21 April 1950. Tetapi ia sudah ada pada masa pendudukan Belanda, walau dengan nama Voetbal Bond Medan en Omstreken (VBMO) dan Oost Sumatera Voettbal Bond (OSVB) pada awal 1930-an, pada saat masa jaya perkebunan di daerah ini. Medan malah mampu membangun Stadion Teladan menjelang PON III pada 1953 lalu, dan PSMS berhasil tampil sebagai juara. Jika PSMS pernah berjaya karena surplus hasil perkebunan semakin meneguhkan bahwa pertum buhan ekonomi dan sepakbola adalah hubungan kausal yang logis. Tinggal menjabarkannya saja secara kontekstual. Ayo, Bung, ayo! *** (Bersihar Lubis) |
| Sumber : Medan Bisnis Selamat Pagi...! __________________________________________________ Sejak diposting sampai 24 Agustus 2012 dilihat 12 kali |
Rabu, 22 Juni 2011
"PSMS - MEDAN"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar